Dua generasi MacBook Air berhadapan langsung — M3 dan M4. Keduanya hadir dengan janji Apple soal efisiensi dan performa, tapi kenyataannya tidak selalu seindah brosur. Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan mana yang lebih worth it untuk dibeli, ulasan ini akan membedah keduanya secara jujur tanpa basa-basi. Spoiler: pilihannya tidak semudah yang Apple ingin kamu percaya.
MacBook Air M3 diluncurkan pada awal 2024 dan langsung disambut sebagai laptop tipis paling kencang di kelasnya. Chip M3 membawa peningkatan signifikan dibanding M2 — mulai dari ray tracing di GPU hingga efisiensi baterai yang lebih baik. Namun tidak lama berselang, Apple kembali menggebrak dengan MacBook Air M4 di awal 2025. Generasi terbaru ini membawa chip M4 yang sudah lebih dulu dikenal di iPad Pro, dengan peningkatan di sisi CPU, GPU, dan Neural Engine.
Dari sisi desain, keduanya terlihat hampir identik. Apple tidak mengubah form factor secara dramatis. Yang berubah adalah apa yang ada di dalamnya — dan tentu saja, pilihan warna. M4 kini hadir dengan opsi Sky Blue yang cukup mencolok, sesuatu yang tidak ada di lini M3.
Chip M4 menggunakan proses fabrikasi 3nm generasi kedua dari TSMC, sementara M3 menggunakan 3nm generasi pertama. Hasilnya terasa nyata dalam benchmark — M4 unggul sekitar 20-25% di multi-core CPU dan hampir 30% di GPU dibanding M3. Untuk editing foto dan video resolusi tinggi, perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas.
Namun dalam penggunaan sehari-hari yang ringan seperti browsing, menulis, dan streaming, M3 sama sekali tidak terasa lambat. Perbedaan performa baru benar-benar terasa ketika kamu mendorong workload berat — render video 4K, efek kompleks di Final Cut Pro, atau multitasking ekstrem dengan banyak aplikasi berjalan bersamaan.
RAM default M4 juga naik menjadi 16GB, sementara M3 masih memulai dari 8GB. Ini adalah perubahan yang cukup signifikan, terutama untuk pengguna yang sering membuka banyak tab browser sekaligus atau menjalankan virtual machine.
Jika kamu pengguna baru yang belum pernah memiliki MacBook Air dan sedang menabung untuk membelinya sekarang, jawabannya jelas: beli M4. RAM 16GB sebagai standar dan performa yang lebih kencang menjadikannya investasi yang lebih bijak untuk lima tahun ke depan. Selisih harganya tidak sebanding dengan penyesalan yang akan muncul ketika kamu menyadari 8GB RAM terasa sesak dua tahun kemudian.
Tapi kalau kamu sudah punya M3 dan mempertimbangkan upgrade — tahan dulu. Perbedaannya nyata di benchmark, tapi dalam kehidupan nyata sehari-hari, tidak ada yang akan membuat kamu merasa tertinggal. M3 masih merupakan mesin yang sangat kompeten, dan uang yang kamu hemat bisa dialokasikan ke storage yang lebih besar atau aksesori yang lebih berguna.
Kesimpulannya: M4 adalah pilihan terbaik untuk pembeli baru. M3 masih pilihan yang masuk akal jika harganya sudah cukup turun dan kebutuhanmu tidak menuntut performa paling mutakhir. Apple memang pandai membuat setiap generasi terasa penting — tapi tidak semua orang perlu selalu berada di garis terdepan.