ASUS kembali mendorong batas ekspektasi dengan menghadirkan Zenbook Duo 2026, penerus dari lini laptop layar ganda yang selama ini menjadi salah satu produk paling berani di pasar. Dengan desain ulang yang diklaim lebih seamless, dukungan prosesor Intel Panther Lake, serta peningkatan kapasitas baterai yang signifikan, laptop ini menarik perhatian — namun juga memunculkan sejumlah keraguan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Apakah Zenbook Duo 2026 benar-benar layak untuk investasi besar, atau hanya sekadar gimmick berlapis aluminium yang mahal?
Perubahan paling mencolok pada Zenbook Duo 2026 adalah desain engsel (hinge) yang diklaim seamless — menyatukan dua panel layar dengan transisi yang jauh lebih mulus dibanding generasi sebelumnya. Secara visual, hasilnya memang terlihat lebih premium dan terpolish. Dua layar OLED yang membentang penuh memberikan ruang kerja yang luar biasa luas, ideal bagi para kreator konten, desainer, maupun pengguna multitasking berat. Namun perlu dicatat, estetika seamless ini belum tentu berarti ketahanan jangka panjang yang sudah terbukti. Engsel ganda pada laptop selalu menjadi titik lemah potensial, dan inovasi desain tidak selalu sejalan dengan durabilitas.
ASUS menggunakan prosesor Intel Panther Lake pada Zenbook Duo 2026, yang secara teori membawa efisiensi daya dan kemampuan AI yang lebih matang. Integrasi NPU yang lebih kuat menjanjikan pengalaman komputasi berbasis AI yang lebih responsif. Namun hingga unit retail benar-benar tersedia secara luas dan diuji secara independen, angka-angka di atas kertas tetaplah angka. Performa nyata dalam skenario multitasking dua layar — yang secara inheren lebih boros daya dan memori — masih harus dibuktikan.
Salah satu kritik terbesar terhadap Zenbook Duo generasi sebelumnya adalah ketahanan baterai yang mengecewakan — wajar mengingat harus menghidupkan dua layar secara bersamaan. ASUS diklaim telah meningkatkan kapasitas baterai secara substansial pada model 2026 ini. Ini langkah yang tepat dan sangat dinantikan. Namun pertanyaannya tetap sama: apakah peningkatan kapasitas tersebut mampu mengimbangi konsumsi daya dua panel layar aktif dalam penggunaan intensif seharian penuh? Skeptisisme di sini bukan tanpa dasar.
ASUS Zenbook Duo 2026 adalah laptop yang berbicara keras tentang ambisi, namun masih harus membuktikan banyak hal dalam kenyataan. Desain yang lebih seamless dan peningkatan baterai memang merupakan respons yang tepat terhadap kritik generasi sebelumnya. Dukungan Panther Lake pun menambah daya tarik di atas kertas. Namun pada akhirnya, laptop ini masih membawa beban pertanyaan yang sama: apakah konsep layar ganda benar-benar memberikan nilai nyata sepadan dengan harganya, atau hanya memperumit pengalaman komputasi sehari-hari dengan masalah daya tahan dan optimasi yang belum sepenuhnya terpecahkan? Zenbook Duo 2026 mungkin cocok untuk pengguna yang sangat spesifik dan siap menerima kompromi — namun bagi kebanyakan orang, laptop konvensional dengan satu layar berkualitas tinggi kemungkinan masih merupakan pilihan yang lebih bijak dan lebih andal.